Apakah Anda tak menyenangi pekerjaan saat ini, tapi tetap melakukannya demi sesuap nasi? Apakah Anda merasa tak mampu menggunakan bakat dan hanya melakukan hal-hal yang membuat stres? Apakah Anda merasa pekerjaan saat ini monoton? Tidakkah Anda ingin berada di posisi ideal? Untuk karier ideal, Anda akan melakukan pekerjaan yang disukai dan memperlihatkan prestasi baik, yang akan membuat Anda mendapatkan imbalan lebih dari yang dibutuhkan. Terdengar mustahil? Ternyata tidak, kok. Rahasia #1 PUSATKAN PERHATIAN PADA DIRI SENDIRI Sebagian besar orang mengerjakan pekerjaan yang sama setiap harinya. Ia mengambil kesempatan bekerja, yang tampaknya merupakan pekerjaan terbaik, lalu mencobanya. Ia menyesuaikan apa yang diinginkan atasannya, akhirnya ia jenuh dan tak mengalami kemajuan pada pekerjaan, yang sama sekali tak mereka sukai. Lalu, ia memutuskan mencoba kesempatan pekerjaan lain, dan ternyata kejenuhan pun terulang lagi. Untuk keluar dari kebiasaan ini dan mendapatkan karier ideal, Anda harus lebih dulu melihat pada keinginan dan kebutuhan sendiri. Sebelum memilih posisi selanjutnya, perlu diketahui apa karier ideal Anda. Rahasia #2 TEMUKAN CITA-CITA SESUNGGUHNYA Setiap orang pasti memiliki cita-cita atas kariernya, tapi biasanya tertahan karena berbagai alasan. Meski Anda tak menyadari memiliki keinginan tertentu, di bawah alam sadar, keinginan itu pasti ada. Mungkin Anda dipenuhi minat-minat tersembunyi ketika melakukan sesuatu yang membahagiakan. Sebaliknya, ketika dilanda stres, mungkin disebabkan karena Anda melakukan sesuatu yang sangat tak ingin dikerjakan. Begitu tahu apa yang disukai dan tidak, Anda akan bisa memposisikan diri untuk memenuhi keduanya. Jika mengikuti keinginan, Anda bisa menghilangkan konflik dan memiliki energi lebih banyak, lebih senang, dan menjadi lebih baik dengan apa yang Anda lakukan. Rahasia #3 TEMUKAN HASRAT & PRIORITAS YANG PAS Sebagian besar orang tak memanfaatkan waktu dalam kehidupan untuk menemukan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya. Ia tampaknya hanya mengerjakan segala sesuatu seperti air mengalir, dan berharap apa yang ia lakukan menuju ke arah yang benar. Ia cenderung menahan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya demi orang lain. Namun, salah satu alasan terbesar mengapa ia merasa frustrasi dalam melakukan pekerjaan adalah karena pekerjaan menimbulkan konflik dengan keingingan dan prioritas yang sesungguhnya. Kesadaran-kesadaran konflik ini akhirnya menciptakan rasa bersalah, keragu-raguan, dan stres. Memang, Anda bisa mengimbangi prioritas pribadi, pekerjaan, dan keluarga, tapi hanya setelah Anda menggali cara menemukan apa keinginan dan prioritas yang sesungguhnya. Anda bisa mengatur pekerjaan di sekitar prioritas pribadi yang akan membuat Anda bekerja lebih baik dan meraih imbalan yang selayaknya didapat. Misalnya, perhatikan berapa banyak bisnis rumahan yang bisa membuat seseorang memenuhi prioritas pekerjaan dan keluarga, tanpa mengalami konflik berarti. Rahasia #4 TEMUKAN NILAI DIRI YANG SESUNGGUHNYA Setiap orang memiliki sistem nilainya sendiri. Sayangnya, yang paling sering dilakukan adalah jarang memberi perhatian pada diri sendiri, dibanding menolak nilai yang dibebankan perusahaan tempatnya bekerja. Perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang dipimpin oleh orang-orang tak jujur. Apakah semua pegawainya juga tak jujur? Tentu tidak. Sebagian besar pegawai pasti memiliki nilai kejujuran, tapi sayangnya, justru merekalah yang dipecat. Rahasia #5 TEMUKAN BAKAN YANG SESUNGGUHNYA Semua orang diberkahi dengan bakat-bakat tertentu dan ia jarang mencoba mencari tahu apa bakatnya. Anda akan merasa lebih senang bekerja, lebih produktif, dan memberi hasil yang lebih bermutu jika memanfaatkan bakat semaksimal mungkin di tempat kerja. Produktivitas yang meningkat dan hasil lebih bermutu akan memberi nilai plus pada diri Anda. Dengan menyesuaikan bakat alami pada pekerjaan, akan tercipta kenikmatan yang lebih besar, dan di saat yang bersamaan, akan ada perolehan penghargaan yang meningkat. Rahasia #6 CIPTAKAN & KEMBANGKAN POSISI IDEAL Orang jarang melakukan langkah ini karena terjebak pada rutinitas mencari kesempatan kerja dan metode mencari pekerjaan yang mencelakakan. Mengapa? Karena ia diyakinkan, tak mungkin menciptakan posisi penghasilan yang sesuai bagi dirinya, bahkan ketika diminta untuk melakukan apa yang ia inginkan. Ingat, proses pemilihan pekerjaanlah yang salah, bukan diri Anda. Begitu Anda tahu cita-cita, keinginan, nilai, dan bakat, Anda akan mampu mengembangkan dan menemukan sejumlah karier yang memungkinkan untuk memenuhinya di saat yang bersamaan. Kini, Anda akan bisa menciptakan posisi yang cocok, dan bukan mengambil posisi apa saja serta harus menyesuaikan diri dengan pekerjaan itu. Percaya atau tidak, semakin Anda tahu mengenai diri sendiri, semakin mudah menciptakan dan menemukan posisi ideal Anda! Rahasia #7 SEGERA RAIH POSISI IDEAL! Kini, Anda siap dengan posisi ideal. Jika posisi idealnya sudah mantap, Anda akan kagum betapa mudah dan cepatnya Anda mampu mendapatkannya. Antusiasme, rasa percaya diri, dan bakat-bakat dalam bekerja, terutama kemampuan dalam menghasilkan pekerjaan yang bermutu, akan memberi manfaat pada perusahaan tempat Anda bekerja. Pimpinan perusahaan akan tahu Anda berprestasi dan ingin maju, bukan hanya sekadar bekerja. Jika posisi Anda bukan sebagai pekerja, tapi sebagai pemilik perusahaan atau kontraktor yang mandiri, Anda akan dengan mudah dan cepat memulai proses membangun posisi yang cocok dengan kriteria pribadi. Rahasia #8 MINTA BANTUAN ORANG YANG TEPAT Orang diyakinkan, ia bisa dengan mudah melihat ke dalam diri dan menemukan apa yang ada di dalam dirinya. Menemukan apa yang sungguh-sungguh Anda inginkan, bakat atau nilai yang sesungguhnya bukanlah merupakan proses bantuan diri sendiri. Sebagai manusia, Anda tak bisa melihat wajah sendiri tanpa cermin atau melihat foto diri. Sama halnya dengan melihat wajah di cermin, untuk mengetahui bentuk rupa diri, Anda harus memiliki orang lain sebagai cermin obyektif untuk melihat apa yang sungguh-sungguh ingin Anda lakukan, dan menjadi orang seperti apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Cari dan dapatkan orang yang bisa menjadi kaca obyektif Anda untuk menemukan kebenaran mengenai diri agar bisa menciptakan posisi ideal. Rahasia #9 SAMPAI SIAP MENINGGALKANNYA Banyak orang mendapatkan posisi yang sangat disukai dan memenuhi keinginan serta kebutuhannya. Sejalan dengan itu, datanglah promosi untuk mengangkat pegawai yang sangat produktif dan bahagia, karena ia memang sangat bahagia dan produktif. Ia dituntut berprestasi lebih baik dan antusias karena dibayar lebih mahal, dan statusnya pun lebih tinggi. Tapi ternyata bukan itu yang ia inginkan. Posisi baru yang lebih tinggi, jauh berbeda dari pekerjaan yang sangat ia cintai. Dan menerapkan posisi baru lebih sulit dan berpotensi menciptakan konflik dan stres, terutama adanya tuntutan untuk bekerja lebih keras. Nah, begitu Anda berada di posisi ideal, perlu memiliki keberanian untuk tetap di posisi tadi sampai keinginan dan kebutuhan Anda berubah, dan mendorong untuk mendapatkan posisi baru yang sesuai kriteria baru Anda. Penerimaan promosi memang akan merusak sejumlah hubungan pekerjaan yang membahagiakan. Ambil kendali atas pekerjaan dan terima promosi hanya bila akan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan pribadi Anda.
Trik Atasi Jenuh di Kantor
Kian hari Anda merasa tak bergairah, bahkan merasa semakin sulit menemukan inspirasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Rasanya, ada saja yang bikin hati jadi tidak sreg menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari alasan butuh ngopi dulu, ngobrol dulu, chatting dulu, ngemil dulu, dan sebagainya. Sampai-sampai tak mampu mengendalikan waktu hingga terbuang percuma. Bukan hanya soal mengulur waktu, hasil kerja pun jadi tak maksimal. Jika biasanya hasil kerja selalu di atas target, kini semakin hari justru semakin menurun. Ada saja alasan yang dicari-cari seperti menyalahkan sistem, aturan atasan, hingga sikap rekan kerja. Menganggap semua ikut andil atas kemunduran yang Anda hadapi. Bila dilihat secara jernih, inti permasalahannya memang ada pada diri Anda sendiri, yang sudah kehilangan gairah dalam pekerjaan. Masalah semacam ini, menurut Anny Nursani, konsultan sumber daya manusia dari Iradat konsultan, merupakan hal yang wajar terjadi. ”Sebetulnya masalah jenuh ini bisa dialami siapa saja. Baik orang yang bekerja maupun tidak, yang menduduki jabatan tinggi atau rendah, dan seterusnya,” ungkap Anny. Namun, bukan berarti kejenuhan yang mempengaruhi produktivitas ini lantas harus dibiarkan hingga menemukan jalannya sendiri. Anny menyarankan agar mencari tahu dan menyelesaikan kejenuhan yang terjadi sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih dalam lagi. Cari Tahu Sebabnya Jika Anda sudah menemui tanda-tanda seperti kreativitas mandek, produktivitas makin menurun, sulit berprestasi, dan makin tak bergairah dalam menyelesaikan pekerjaan, segeralah introspeksi diri. Cari tahu apa penyebabnya! Anny menuturkan, masalah jenuh ini dapat dipicu beragam permasalahan. Anda perlu mengidentifikasi masalah mana yang sebenarnya menyebabkan kejenuhan. Jenuh bisa dipicu pekerjaan yang rutin. Jika Anda dituntut selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari berulang kali, pada suatu ketika wajar jika terjadi kejenuhan. Pekerjaan yang tak menimbulkan tantangan, seringkali membuat tak mampu berinovasi. Rasa ini lalu membuat Anda merasa tak bisa berbuat apa-apa lagi, dan hanya mengerjakan sesuatu yang dianggapnya jadi tak menyenangkan. Jenuh juga bisa dipicu lingkungan kerja yang begitu-begitu saja. Mendiami ruangan kerja yang sama, baik dari segi tata letak maupun dekorasi juga bisa menimbulkan kejenuhan. Selama apapun Anda menghabiskan waktu dalam sehari di ruangan itu, jika tak bisa menimbulkan kenyamanan, tentu akan mempengaruhi semangat kerja. ”Adanya gap antara persyaratan jabatan dan kompetensi diri ini memang kerap membuat seseorang jenuh dalam pekerjaan,” ungkap Anny. Beban pekerjaan yang terlalu ringan atau terlalu berat juga bisa memicu kejenuhan. Orang yang overqualified akan merasa tak tertantang dengan pekerjaan yang terlalu mudah. Begitu juga dengan orang yang sulit beradaptasi dengan tugas yang terlalu berat, akan merasa lelah dengan beban tanggung jawab yang diberikan. Akibat terlalu berat, hasil kerja pun jadi tak optimal dan dinilai kurang oleh perusahaan, sehingga menimbulkan kekecewaan yang berujung jenuh. Selain yang bersifat interpersonal, jenuh juga bisa dipicu hubungan antar personal yang dikembangkan dalam lingkungan kerja. Jika di lingkungan kerja kerap ditemui konfrontasi yang tak kondusif, atasan yang kerap bersilang pendapat, intsruksi atau strategi organisasi yang tak pernah sampai ke bawahan, dan lainnya, juga bisa menimbulkan kejenuhan. Bagaimana mau bekerja optimal, jika suasana sekitarnya justru merusak suasana hati. Namun, jika suasana kerja kondusif dan pekerjaan juga cukup variatif tapi Anda tetap merasa jenuh, kemungkinan jenuh dipicu sebab lain, seperti hilangnya makna pekerjaan itu sendiri. Bisa jadi selama ini Anda hanya bekerja karena sebab lain, seperti desakan ekonomi, suami tak bekerja, dan lainnya. Anda bekerja bukan karena senang dengan pekerjaan atau ingin mengaktualisasikan diri, tapi lebih banyak pengaruh orang lain atau terpaksa oleh kondisi. Ini membuat Anda lama-lama kehabisan energi untuk menjadi produktif, karena tujuan bekerja bukan untuk diri sendiri.
Pulang Kerja Tanpa Stres
Karier yang baik belum tentu membuat Anda lebih bahagia di rumah, apalagi jika kesibukan Anda semakin bertambah. Simak tips berikut agara Anda terhindar stres sepulang bekerja. Anda tentu sangat menginginkan setiap hari berjalan dengan baik dan menyenangkan. Namun, ada kalanya di saat Anda pulang ke rumah sepelas bekerja, dalam keadaan tertekan. Bisa saja disebabkan oleh pekerjaan yang menumpuk, ditambah lagi menghadapi berondongan pertanyaan dari Si Kecil ketika Anda baru saja menginjak halaman depan rumah. Ada beberapa tips yang bisa Anda coba agar hari-hari sibuk Anda tetap menyenangkan sesampainya di rumah. 1. Jangan Lupa Menyapa Meski dalam keadaan masih terlalu lelah, menyapa anggota keluarga dengan senyum justru akan mengembalikan mood Anda menjadi baik, lho! Tak ada salahnya memangku buah hati Anda untuk beberapa saat, sebelum Anda melanjutkan langkah menuju kamar untuk mandi, berganti pakaian, dan tidur. Perhatian yang Anda berikan kepada Si Kecil akan memeperkecil frekuensi kerewelannya. 2. Berusaha Tetap Tenang Lupakan sejenak pekerjaan Anda yang menumpuk di kantor. Santailah setiap berhadapan dengan Si Kecil yang rajin bertanya ini-itu kepada Anda, yang memang jarang berada di rumah untuk menghabiskan waktu bersama Anda. Si Kecil tentu rindu dengan dekapan dan cerita dari Anda. 3. Makan Malam Bersama Ada baiknya Anda memilih makan malam bersama seluruh anggota keluarga, di antara malam-malam yang sering Anda habiskan bersama teman-teman kantor setiap hari. Anda bisa bertukar cerita dengan Si Kecil dan suami di meja makan. Buatlah suasana makan malam Anda sesantai dan sehangat mungkin. Tak ada salahnya Anda sekadar memasak menu ringan favorit suami dan Si Kecil. 4. Sering Menelepon Saat Anda makan siang, tekan nomor rumah Anda dan buatlah janji dengan Si Kecil. Misalnya, Anda berjanji untuk membawakannya oleh-oleh yang diinginkannya, jika Anda berencana untuk pulang terlambat. Tidak selamanya Anda harus terburu-buru pulang ke rumah hanya untuk menyenangkan seluruh keluarga. Ada kalanya, untuk mengurangi stress, Anda mencuri sedikit waktu dengan menghadiri pesta rekan sekantor selepas bekerja seharian. Dok. Nova
5 Cara Mempertahankan Kerja
Perasaan-perasaan seperti jenuh dengan pekerjaan, merasa tak pernah berprestasi meski telah bertahun-tahun melakukan rutinitas dari pekerjaan, perlu diwaspadai! Jika ini menyangkut performa kerja Anda, bisa jadi perusahaan justru punya alasan untuk menendang Anda. Duh, mengerikan sekali, bukan?
Jangan biarkan perasaan negatif ini terjadi berlarut-larut! Segera cari cara agar Anda lebih bernilai di mata perusahaan. Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan pekerjaan serta posisi karier yang Anda cintai ini.
Investasi Diri
Jika Anda merasa selama ini bekerja biasa-biasa saja, bahkan lingkungan pekerjaan mulai membosankan, karena tak kunjung memberikan apresiasi seperti yang Anda hayalkan, jangan biarkan! Sudah saatnya Anda mengasah kecakapan dengan pengalaman dan pendidikan tambahan. Sadari apa yang hilang dari resume Anda.
Apa yang membuat Anda berharga bagi perusahaan. Ikuti kursus yang Anda butuhkan untuk meningkatkan keahlian. Atau, lakukan proyek kerja yang bisa Anda ikuti secara sukarela. Jangan sepelekan setiap kesempatan yang ada di sekeliling. Ini saat yang tepat untuk ibaratnya ”membelanjakan uang” demi sesuatu yang bermanfaat!
Buat Diri Dibutuhkan
Sesekali Anda butuh mengambil kerja ekstra atau waktu lembur. Tanyakan kepada atasan, apakah Anda dapat membantu perusahaan yang sedang menghadapi masa sulit. Biarkan mereka tahu, Anda dapat diandalkan dan selalu siap sedia jika perusahaan membutuhkan. Pastikan Anda mampu dan siap untuk memberikan segala daya upaya untuk membuat perusahaan lebih maju.
Temukan Keahlian Unik
Apa yang membuat Anda lebih menonjol dibanding rekan kerja lainnya? Kelebihan. Kenunikan! Kini, tanyakan kepada diri, keunikan apa yang Anda miliki sehingga mampu mendongkrak kinerja, menunjukkan kelebihan, dan nilai plus Anda di mata perusahaan?
Gali dan cari tahu tentang kelebihan Anda! Komunikasikan! Dan buat Anda melesat dalam karier! Anda bisa mencoba mengamati orang lain dan diri Anda sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan, menemukan solusi, maupun berkompromi dengan sejumlah klien.
Proaktif & Kembangkan Jaringan
Perluas jaringan mulai sekarang! Bangun aliansi yang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda. Ini demi perusahaan dan diri Anda sendiri. Cobalah bergabung dalam tim atau berkolaborasi dalam beberapa proyek yang membangkitkan semangat bisnis. Jaringan ini juga sangat membantu jika suatu ketika Anda diberhentikan dari perusahaan, karena memiliki jaringan masih merupakan cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Bersiap Untuk Skenario Terburuk
Selain memulai upaya untuk kepentingan perusahaan, Anda juga perlu mengembangkan kesiapan untuk hal-hal terburuk. Bukan untuk menanamkan pikiran negatif, tetapi untuk bersikap antisipatif dalam mengambil keputusan yang lebih strategis.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, Anda bisa membangun jaringan dimana-mana. Misalnya dengan menjadi anggota dari perkumpulan keahlian tertentu, hobi, perkumpulan agama, bahkan berdiskusi dengan rekan-rekan komunitas secara online.
Kedua, Anda bisa membuat rencana cadangan. Misalnya, rencanakan apakah keuangan Anda mampu menjamin kelangsungan hidup jika diberhentikan dari pekerjaan. Caranya, dengan menyimpan uang ekstra ke dalam rekening tabungan, memotong beberapa pengeluaran, dan mencari cara agar Anda bisa memiliki emergency fund untuk masa sulit.
Etika Menggunakan Email di Kantor
Cara Anda menulis e-mail merefleksikan banyak hal. Status Anda di tempat kerja, cara Anda bekerja, tingkat stres, bahkan kepribadian Anda. E-mail, atau surat elektronik, merupakan cara berkomunikasi yang sangat penting bagi para atasan. Sebaliknya, e-mail juga dapat disalahgunakan bila digunakan dengan cara yang salah. Berikut ini 10 dasar kiat menggunakan e-mail yang baik. 1. E-mail bukan satu-satunya cara berkomunikasi E-mail merupakan cara berkomunikasi yang cepat, mudah, serta dapat disimpan. E-mail sanggup mengirimkan pesan ke seluruh dunia hanya dengan mengklik mouse. Tetapi e-mail juga dapat menyesatkan para atasan untuk berpikir bahwa mereka dapat mengatur pegawainya hanya melalui e-mail. Jadi, gunakan e-mail secara bijaksana tetapi jangan mengatur perusahaan melalui e-mail. Anda tidak dapat mendekati semua orang yang ingin Anda dekati hanya melalui e-mail, karena kehadiran Anda tidak dirasakan. 2. Tuliskan e-mail secara pendek dan dengan kata-kata yang baik. Hindari menulis e-mail yang sangat panjang. Melihat e-mail yang panjang biasanya membuat orang malas membacanya, sehingga bisa jadi baru dibaca pada sore atau bahkan keesokan harinya. Anda harus tahu, kapan waktunya harus berbicara langsung dengan orang yang Anda tuju dengan mendatanginya atau cukup melalui telepon. 3. Tulis isi e-mail dengan jelas. Ungkapkan maksud Anda dengan jelas. Perjelas mengenai hal yang diprioritaskan dan hal yang harus dikerjakan. Sertakan tombol jawaban agar Anda tahu bahwa e-mail Anda sudah dibaca dan dimengerti oleh orang yang dituju. 4. Terbuka terhadap pertanyaan Dukung pegawai untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Dengan demikian memperlihatkan bahwa Anda selalu terbuka bagi mereka. 5. Ungkapkan kemarahan lewat tatap muka langsung Isi e-mail yang penuh amarah atau yang berisi kritikan dapat merupakan awal dari keributan. Persingkat e-mail Anda agar tidak ada salah interpretasi pada yang menerimanya. Kendalikan pesan yang disampaikan, serta kendalikan juga perasaan Anda pada waktu menulis e-mail tersebut. Dengan menelepon atau mendatangi langsung orang yang bersangkutan, merupakan cara yang jauh lebih baik bila ada hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu dibicarakan. 6. Batasi e-mail humor. Muka yang tersenyum memperlihatkan bahwa Anda sedang membaca sesuatu yang lucu. Tetapi terlalu banyak tersenyum akan mengganggu pada waktu Anda harus menulis e-mail yang serius. Beberapa perusahaan melarang mengirimkan e-mail yang berisi lelucon karena mengganggu waktu bekerja Anda. 7. Lima menit antara waktu menerima dan membalas e-mail Waktu lima menit merupakan waktu yang wajar dalam menjawab e-mail. Bila pada saat akan menulis e-mail Anda sedang marah, sebaiknya tunda dulu. Berdiri dari kursi kerja Anda, jalan di sekitar ruang kerja atau lakukan sesuatu sebelum mulai menulis e-mail kembali. 8. Setiap hari tentukan waktu untuk menjawab e-mail. Bila Anda sibuk, delegasikan kepada seseorang untuk menjawabnya (sekretaris atau bawahan Anda yang lain). 9. Belajar menulis e-mail yang baik Menulis e-mail yang baik memerlukan latihan. E-mail harus memiliki beberapa peran dalam komunikasi Anda, apakah dengan para pegawai, teman usaha, atau dengan yang lainnya. Anda harus menyadari, tidak semua orang ataupun pegawai bisa bertemu muka dengan Anda secara teratur sehingga tidak dapat disalahkan bila mereka memberikan penilaian tertentu terhadap cara Anda menuliskan e-mail. 10. Gunakan bahasa yang baik Hindari kesalahan mengetik dan penggunaan kata-kata yang berantakan serta kata-kata klise.
Jadilah Pegawai Kesayangan
Dewi melihat dirinya akhir-akhir ini kerap menjadi bulan-bulanan sang atasan. Padahal, Dewi merasa sudah mengerahkan seluruh kemampuannya demi proyek yang dikerjakannya.
Sayangnya, ada saja yang salah di mata sang atasan. Mulai dari laporan yang kurang teliti, proposal yang kurang sistematis, deadline yang selalu mundur, serta masih banyak lagi.
Dewi lalu membandingkan dirinya dengan Shanti, karyawan satu divisi tapi nasibnya berbanding terbalik dengan dirinya. Shanti jarang sekali ditegur atasan. Pekerjaannya dinilai beres-beres saja. Bahkan, tak jarang ia menuai pujian.
Atasan pun kerap menyunggingkan senyum setiap kali bertemu dengannya. Shanti pun memiliki kemudahan berkomunikasi dengan sang atasan dan lebih banyak mendapat kepercayaan.
Situasi ini sudah pasti berbeda jika dibandingkan dengan Dewi yang selalu dikritik dan disalahkan. Sampai-sampai Dewi kerap merasa sudah tak berguna lagi bagi perusahaan. Apapun yang dikerjakannya, selalu tampak salah di mata atasannya.
Nah, bila Anda pernah merasakan berada di posisi seperti Dewi, jangan dulu berputus asa dan menganggap diri Anda seorang pecundang selamanya. Cobalah perbaiki cara kerja. Suatu ketika, situasi akan berbalik dan sangat mendukung Anda!
Kembangkan Etika Kerja
Jangan hanya menggerutu bila melihat orang lain mendapat pujian. Pastikan Anda telah meningkatkan kinerja dan memperlihatkan kemampuan kepemimpinan.
Pelajarilah bagaimana orang lain mendapat promosi atau posisi yang lebih baik.
Kenali dan ketahui semua orang penting yang ada di lingkungan kerja. Perlakukan mereka dengan penuh hormat dan kembangkan etika kerja dengan baik.
Jadilah Aktivis Kantor
Mendekati atasan tak harus selalu dengan melakukan sesuatu secara langsung. Tetapi, bisa juga melalui hal lain seperti membuat diri jadi memiliki arti bagi perusahaan. Salah satunya dengan menjadi seorang “aktivis” di kantor.
Anda bisa mulai membuat agenda atau menandai kalender di meja kerja untuk semua kegiatan yang biasa diadakan secara rutin di kantor. Bila perlu, jadilah sukarelawan dan bantu semampu Anda. Apalagi jika ini juga termasuk membantu perusahaan, atasan, dan lainnya.
Datang Lebih Pagi
Melunakkan hati atasan juga bisa diraih dengan menunjukkan etos kerja yang baik. Berhubung masih banyak atasan yang mengaitkan etos kerja dengan sikap rajin, tak ada salahnya mencoba menunjukkan hal itu kepada atasan.
Cobalah untuk datang lebih pagi dan pulang sedikit lebih lambat. Tunjukkan apa saja yang bisa Anda dedikasikan untuk perusahaan. Ini juga berarti Anda menghormati atasan untuk meraih sasaran yang diinginkannya.
Jalin Kontak Pribadi
Mendekati atasan bukan berarti menjadikan Anda penjilat! Justru dengan menjauhi atasan, secara tak langsung akan memperlemah soliditas tim kerja. Tak ada salahnya menjalin hubungan lebih personal dengan atasan.
Misalnya, coba mencari tahu dan mengingat hari ulang tahunnya atau momen istimewa lainnya. Bisa pula memberinya bingkisan, kartu, atau sejenisnya untuk menunjukkan apresiasi Anda atas prestasi yang ia raih. Ini juga akan membuat Anda diperhatikan oleh atasan.
Pertahankan Sikap Positif
Bagaimana bila merasa tak mampu menjalani itu semua? Atau Anda merasa sia-sia saja dengan semua hal yang sudah dilakukan untuk membuat atasan terkesan dengan Anda.
Jangan buru-buru mundur dan merasa hilang harapan! Tetaplah menjaga sikap positif dan jiwa besar. Ini akan membuat Anda mudah diingat dan menjadi hal pertama yang atasan ingat mengenai Anda. Ingat, sikap yang ditunjukkan bisa membuat perbedaan!
Lima Hal Penyebab Gagal
Seorang ahli motivasi, Denis Waitley, mengatakan bahwa kebanyakan orang gagal dalam kehidupannya karena lima hal.
1. Mereka tidak memiliki tujuan hidup yang akan dicapai.
2. Mereka tidak tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Kalaupun punya tujuan, mereka tidak merincinya lebih spesifik.
4. Mereka tidak memiliki rencana yang akan dijalankan.
5. Mereka tidak memiliki kebiasaan baru yang bisa dikembangkan, tidak memiliki sikap yang bisa dilatih, dan tidak punya strategi untuk diperbaiki.
Berpikir Jernih dan Kreatif
Berapa kali Anda mengalami pikiran Anda buntu? Tak punya ide atau penyelesaian untuk satu persoalan? Kata ahli, ini bukan soal usia semata, melainkan juga soal bagaimana kita selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja otak kita. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya?
1. WAKTU YANG TEPAT
Sebagian orang yang lebih tua merasa pagi hari adalah saat yang paling enak untuk berpikir. Sementara pada orang yang lebih muda, sore hari justru menjadi saat tepat untuk berkreasi. Coba cermati, kapan Anda merasa bisa berpikir lebih jernih, dan selesaikan pekerjaan yang butuh pemikiran di waktu-waktu tersebut.
2. TERUS BELAJAR
Belajar terbukti berdampak positif terhadap kreativitas. Coba Anda ingat, saat sekolah dulu tentu Anda bisa lebih cepat menjawab soal matematika ketimbang saat sekarang, bukan? Usia memang ikut berpengaruh, tetapi proses belajar, dalam bentuk apa saja, terbukti juga berpengaruh terhadap kinerja otak. Jadi, jangan malas untuk selalu mempelajari hal-hal baru.
3. TULISKAN SEMUA HAL
Dengan menulis, Anda akan selalu terpacu untuk membacanya, sehingga ingatan pun lama-lama akan menyimpannya dalam otak. Ingat, tinta yang paling jelek pasti jauh lebih awet ketimbang ingatan yang terkuat sekalipun.
4. SELALU PRAKTIKKAN
Peribahasa lama mengajarkan, pisau yang tak diasah pasti akan cepat tumpul. Begitu pula otak kita. Apa artinya punya keterampilan baru jika kita tak pernah mempraktikannya? Jadi, teruslah mencoba mempraktikkan kemampuan Anda, karena itu akan membuat otak mengorganisasikan diri untuk selalu bekerja.
5.PENTINGNYA KONSENTRASI
Apakah Anda sering lupa nama seseorang, padahal Anda baru saja berkenalan dengannya di suatu seminar? Atau, pernahkah Anda tak tahu apa isi sebuah buku, padahal Anda baru saja membacanya beberapa menit lalu? Persoalannya bukan memori Anda yang salah, melainkan Anda tidak berkonsentrasi. Jadi, cobalah berkonsentrasi untuk semua hal.
Trik Atasi Jenuh di Kantor
Kian hari Anda merasa tak bergairah, bahkan merasa semakin sulit menemukan inspirasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Rasanya, ada saja yang bikin hati jadi tidak sreg menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari alasan butuh ngopi dulu, ngobrol dulu, chatting dulu, ngemil dulu, dan sebagainya. Sampai-sampai tak mampu mengendalikan waktu hingga terbuang percuma. Bukan hanya soal mengulur waktu, hasil kerja pun jadi tak maksimal. Jika biasanya hasil kerja selalu di atas target, kini semakin hari justru semakin menurun. Ada saja alasan yang dicari-cari seperti menyalahkan sistem, aturan atasan, hingga sikap rekan kerja. Menganggap semua ikut andil atas kemunduran yang Anda hadapi. Bila dilihat secara jernih, inti permasalahannya memang ada pada diri Anda sendiri, yang sudah kehilangan gairah dalam pekerjaan. Masalah semacam ini, menurut Anny Nursani, konsultan sumber daya manusia dari Iradat konsultan, merupakan hal yang wajar terjadi. ”Sebetulnya masalah jenuh ini bisa dialami siapa saja. Baik orang yang bekerja maupun tidak, yang menduduki jabatan tinggi atau rendah, dan seterusnya,” ungkap Anny. Namun, bukan berarti kejenuhan yang mempengaruhi produktivitas ini lantas harus dibiarkan hingga menemukan jalannya sendiri. Anny menyarankan agar mencari tahu dan menyelesaikan kejenuhan yang terjadi sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih dalam lagi. Cari Tahu Sebabnya Jika Anda sudah menemui tanda-tanda seperti kreativitas mandek, produktivitas makin menurun, sulit berprestasi, dan makin tak bergairah dalam menyelesaikan pekerjaan, segeralah introspeksi diri. Cari tahu apa penyebabnya! Anny menuturkan, masalah jenuh ini dapat dipicu beragam permasalahan. Anda perlu mengidentifikasi masalah mana yang sebenarnya menyebabkan kejenuhan. Jenuh bisa dipicu pekerjaan yang rutin. Jika Anda dituntut selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari berulang kali, pada suatu ketika wajar jika terjadi kejenuhan. Pekerjaan yang tak menimbulkan tantangan, seringkali membuat tak mampu berinovasi. Rasa ini lalu membuat Anda merasa tak bisa berbuat apa-apa lagi, dan hanya mengerjakan sesuatu yang dianggapnya jadi tak menyenangkan. Jenuh juga bisa dipicu lingkungan kerja yang begitu-begitu saja. Mendiami ruangan kerja yang sama, baik dari segi tata letak maupun dekorasi juga bisa menimbulkan kejenuhan. Selama apapun Anda menghabiskan waktu dalam sehari di ruangan itu, jika tak bisa menimbulkan kenyamanan, tentu akan mempengaruhi semangat kerja. ”Adanya gap antara persyaratan jabatan dan kompetensi diri ini memang kerap membuat seseorang jenuh dalam pekerjaan,” ungkap Anny. Beban pekerjaan yang terlalu ringan atau terlalu berat juga bisa memicu kejenuhan. Orang yang overqualified akan merasa tak tertantang dengan pekerjaan yang terlalu mudah. Begitu juga dengan orang yang sulit beradaptasi dengan tugas yang terlalu berat, akan merasa lelah dengan beban tanggung jawab yang diberikan. Akibat terlalu berat, hasil kerja pun jadi tak optimal dan dinilai kurang oleh perusahaan, sehingga menimbulkan kekecewaan yang berujung jenuh. Selain yang bersifat interpersonal, jenuh juga bisa dipicu hubungan antar personal yang dikembangkan dalam lingkungan kerja. Jika di lingkungan kerja kerap ditemui konfrontasi yang tak kondusif, atasan yang kerap bersilang pendapat, intsruksi atau strategi organisasi yang tak pernah sampai ke bawahan, dan lainnya, juga bisa menimbulkan kejenuhan. Bagaimana mau bekerja optimal, jika suasana sekitarnya justru merusak suasana hati. Namun, jika suasana kerja kondusif dan pekerjaan juga cukup variatif tapi Anda tetap merasa jenuh, kemungkinan jenuh dipicu sebab lain, seperti hilangnya makna pekerjaan itu sendiri. Bisa jadi selama ini Anda hanya bekerja karena sebab lain, seperti desakan ekonomi, suami tak bekerja, dan lainnya. Anda bekerja bukan karena senang dengan pekerjaan atau ingin mengaktualisasikan diri, tapi lebih banyak pengaruh orang lain atau terpaksa oleh kondisi. Ini membuat Anda lama-lama kehabisan energi untuk menjadi produktif, karena tujuan bekerja bukan untuk diri sendiri.
Regan Kerja Yang Harus Didekati
Yang namanya kerja, pasti kita dihadapkan pada banyak tipe rekan kerja. Selain rekan kerja yang menyebalkan, ada juga, lho, rekan kerja yang justru bisa membantu memajukan karier Anda. Rekan kerja yang seperti apa, sih, yang bisa membuat hari Anda terasa lebih ringan?
Si Pemegang Kunci
Pegawai yang paling berpengaruh di dalam suatu perusahaan tidak harus selalu dari jajaran para pimpinan. Tidak sedikit pegawai yang berusaha sekuat tenaga untuk mencari perhatian dari para pimpinan perusahaan, dan mereka sering tidak menyadari bahwa seorang pegawai administrasi atau sekretaris eksekutif yang sering dianggap bukan siapa-siapa justru merupakan orang-orang yang berperan di balik layar.
Orang-orang ini memegang kunci informasi apa yang menjadi prioritas para pimpinan, termasuk jadwal dan suasana hati para pimpinan tersebut. Memiliki hubungan baik dengan mereka akan memudahkan Anda, terutama di saat-saat keadaan darurat. Mereka juga dapat memberi masukan yang berharga atas kapan Anda dapat atau tidak dapat bertemu dengan bos untuk berkonsultasi soal pekerjaan.
Si Pemerhati Gosip
Tidak seperti mereka yang senang menyebarkan gosip, si pemerhati gosip benar-benar mengetahui perkembangan perusahaan yang relevan, serta paham betul dengan politik perusahaan. Si pemerhati gosip tetap menjalankan tugasnya dengan baik, dan selalu memasang telinganya tanpa perlu ikut bergabung untuk ngerumpi.
Menjalin hubungan baik dengan orang yang dapat menyimpulkan informasi serta dapat menyaring apakah informasi yang digosipkan memang betul atau tidak sangatlah penting bagi Anda, terutama di masa-masa peralihan. Bisa jadi si pemerhati gosip mengetahui tentang rencana proyek perusahaan, pemotongan dana atau pengurangan pegawai sebelum informasi disebarkan melalui jalur resmi.
Tidaklah rugi memiliki teman yang dapat dipercaya terutama jika perubahan penting tersebut memang terjadi, Anda sudah tahu jauh hari sebelumnya.
Si Makhluk Sosial
Paling tidak di setiap perusahaan selalu ada tipe orang yang tampaknya kenal dan berhubungan baik dengan semua orang. Dekati mereka. Mereka tidak pernah lupa muka, nama atau detail mengenai orang-orang di perusahaan. Dekat dengan mereka akan dapat membantu Anda terutama jika Anda seorang yang pemalu atau merupakan pegawai baru di perusahaan.
Orang seperti ini pintar berbicara dan berkolaborasi; mereka dapat membantu Anda menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan memudahkan Anda untuk berkenalan dengan pegawai dari departemen lain. Perhatikan cara mereka berkolaborasi ataupun berinteraksi. Cara ini dapat membantu Anda meningkatkan keterampilan interpersonal Anda dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan yang lain.
Si Tenang dan Berpengalaman
Mereka adalah orang yang berpengalaman dalam temperamen dan tidak bisa diidentifikasikan oleh usia. Di saat-saat yang sangat sibuk dan dikejar deadline, mereka tetap dapat menyelesaikan tugas dengan cara yang tenang dan efisien. Mereka tidak sungkan-sungkan untuk membagi pengalaman saat menghadapi saat-saat yang sulit dan menegangkan serta memberikan kiat-kiatnya. Tidak peduli apakah Anda mencari mereka untuk meminta saran atau menjadikan mereka mentor Anda, pekerja yang tangguh dan bijaksana ini sangat penting untuk ditiru.
Mengetahui hubungan yang tepat dan berpengaruh di tempat kerja sama pentingnya dengan mengerti siapa yang harus didekati, dan siapa yang harus dijauhi. Oleh karena itu, kenali tipe rekan kerja yang telah disebutkan sebelumnya di tempat kerja Anda, dekati mereka — tidak pernah ada kata terlalu cepat atau terlambat untuk memulai suatu hubungan yang sangat berharga ini.





